Matius 4:19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari ikutlah Aku, dan kamu akan Ku jadikan penjala manusia".
Homepage   Forum KKI   Jaringan KKI   Berita dan Buletin KKI   Situs Lain
Welcome
About KKInet
Guestbook


Best View with
Internet Explorer
ver. 4 & above

Screen Resolution
1024 x 768


Latar belakang terbentuknya KKInet adalah hasil dari pertemuan para pengurus komunitas Katolik se Amerika Serikat di Lubbock, Texas. Berikut adalah rangkuman dari pertemuan tersebut.

RANGKUMAN PERTEMUAN KETUA KKI
SE AMERIKA SERIKAT
Lubbock, Texas, 15 – 17 Maret 2002


MENDENGARKAN Teman-teman dari Komunitas Katolik Indonesia dari se-Amerika Serikat kami mendapatkan gambaran menyeluruh keadaan Komunitas Katolik Indonesia ini. Komunitas Katolik Indonesia mulai bertumbuh dan berkembang di banyak wilayah Amerika Serikat. Sementara komunitas mulai menyadari keberadaannya dan Gereja Amerika memberikan pengakuan yang positif (beberapa diantara kami mendapatkan pelayan pastoral yang tetap, dilibatkan dalam pelayanan pastoral Gereja setempat), muncul kebutuhan mempertegas identitas dan bentuk interaksi antara kami sebagai anggota Gereja setempat dan sebagai anggota Komunitas. Beberapa komunitas telah mendapatkan pelayanan sakramental secara rutin, sementara masih ada komunitas yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan imam atau fasilitas untuk beribadat. Meski ada kekurangan-kekurangan dalam hidup komunitas, hidup organisasi dan hidup sosial, komunitas sudah berupaya untuk menangani dan mengelola persoalan ini secara serius dan sistematis, bahkan komunitas sudah melakukan Aksi Sosial untuk anggota komunitas, Gereja, masyarakat setempat dan sesama di Tanah Air.
Mengingat bahwa komunitas menjadi bagian dan anggota Gereja setempat, komunitas telah berusaha ambil bagian dalam kegiatan Gerejani, evangelisasi Gereja dan kegiatan-kegiatan sosial. Komunitas etnis ini menjadi aset keanekaragaman Gereja Amerika yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Sementara itu komunitas juga berharap Gereja Amerika mewujud-nyatakan penerimaannya terhadap komunitas ini dengan memberi tempat pertemuan untuk melangsungkan ibadat sakramental dan pertemuan sosial, keleluasaan dalam menterjemahkan program dan kebijaksanaan Gereja Lokal sesuai dengan kenyataan komunitas.

MENIMBANG Masukan Ibu Cecile Motus dari “Office of Pastoral Care for Migrants and Refugees of United States Conference of Catholic Bishops” tentang Sikap Gereja Katolik Amerika terhadap kehadiran para imigran (lihat surat pastoral “Welcoming the Strangers among Us: Unity in Diversity; Asian and Pacific Presence: Harmony in Faith”), komunitas merasa diteguhkan bahwa Gereja Amerika menerima dengan tangan terbuka kehadiran para imigran, mengharapkan para imigran menjaga dan melestarikan keunikan budaya dan memberikan bantuan dan dukungan untuk pembinaan para pemimpin awam. Penyajian Rm. Kusno Bintoro CM tentang Gereja Katolik yang khas Indonesia membuka wawasan komunitas akan pentingnya melestarikan budaya Indonesia dan menanamkan Iman dalam budaya tersebut (Inkulturasi). Pemikiran Bapak Thomas Aquino Samodra Sriwidjaja, Duta Besar/Wakil Kepala Perwakilan RI, yang disampaikan oleh Bapak Cyrillus Harinowo, mengingatkan komunitas untuk tetap menjalin hubungan dengan saudara-saudara di Tanah Air.

Pada akhirnya, kami MERENCANAKAN:
  1. Memperjelas identitas Komunitas Katolik Indonesia dan bentuk interaksinya dengan Gereja setempat dalam bentuk Pernyataan Visi dan Misi yang dicetuskan dalam Pertemuan Komunitas Katolik Indonesia di Lubbock, Texas (Lihat Lampiran)
  2. Mengusahakan jaringan kerjasama komunikasi antar Komunitas dalam bentuk mailing list, newsletter, dan website. Pelaksanaan program ini diserahkan kepada Sdr. Antonius Pancha Anugerah dari KKI Atlanta dan Sdr. Paulus Adisoemarta dari KKI Lubbock;
  3. Mengkoordinasi dana beasiswa bagi anak-anak di Tanah Air. Pelaksanaan program ini diserahkan kepada Bapak Cyrillus Harinowo dari KKI Washington DC.
  4. Menjajagi terbentuknya Forum Nasional Ketua-ketua KKI se-Amerika Serikat. Pelaksanaan program ini diserahkan kepada Bapak Edi Sandjaja dari KKI Washington DC.

Catatan: Forum menghendaki agar proposal pemikiran tentang program-program itu dikomunikasikan kepada seluruh komunitas untuk mendapatkan tanggapan, penyempurnaan dan/atau persetujuan.

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada USCCB, Ibu Cecile Motus, Ibu Densy Chandra, Rm. Yulianus Astanto Adi CM, Rm. Yohanes Kusno Bintoro CM, yang memandu dan mengarahkan proses pembicaraan; Keluarga Diakon Steve dan Catherine Tjia, Keluarga Paulus dan Rini Adisoemarta, Sdr. Anthony Soejatno, Sdr. Johannes Boyke, dan Sdr. Made Dewa Gede Puncak, Sdri. Dona dan Sdri. Icha atas penyediaan fasilitas tempat, kesekretariatan, makanan, transportasi, keramahtamahan dan banyak hal lain yang memungkinkan acara ini berlangsung dengan gemilang. Tak lupa kami juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Uskup Lubbock, Most Rev. Placido Rodriguez, CMF, yang telah menyambut kami dengan hangat, Pastor Paroki Christ the King, Very Rev. Ben Kasteel dan Rev. Philip Pasúpil, yang telah meminjamkan peralatan komputer dan internet yang membantu kami berkomunikasi dengan teman-teman yang lain.

Lubbock, Texas, 17 Maret 2002
Tertanda:

ICC-DFW, Dallas, Texas
ICC-Diocese of San Bernardino, California
KKI Atlanta, Georgia
KKI Cleveland, Ohio
KKI Houston, Texas
KKI Lubbock, Texas
KKI New Hampshire
KKI Philadelphia, Pennsylvania
KKI Washington DC
Mudika Ames, Iowa
PWKI Chicago, Illinois
WKICU, California



PERNYATAAN VISI MISI
yang dicetuskan dalam pertemuan KOMUNITAS KATOLIK INDONESIA
SE-AMERIKA SERIKAT

di Lubbock, Texas, 15 – 17 Maret 2002


VISI:
Kami menyadari diri sebagai Wadah bagi Umat Katolik Indonesia di Amerika Serikat untuk mengungkapkan, membina dan memperdalam Iman Katolik dan Budaya Indonesia. Wadah ini dikelola secara jelas dan mantap dalam semangat kebersamaan, persaudaraan, dan keterbukaan agar dapat melebur, terbuka, terlibat aktif dan peduli terhadap Gereja dan Masyarakat setempat.

MISI:
Untuk itu, secara ke dalam kami hendak:
  1. menyediakan pelayanan rohani, sakramental dan sosial dan sedapat mungkin mengusahakan Pelayan Pastoral yang tetap;
  2. secara terus menerus mengadakan perbaikan, penilaian kembali, perlengkapan terhadap program-program yang ada dengan mendengarkan keinginan-keinginan anggota dan mengusahakan kaderisasi dan regenerasi;
  3. mengajak umat untuk lebih terlibat dalam kehidupan menggereja;
secara keluar, kami hendak:
  1. membangkitkan dan mendayagunakan sumber daya yang ada di komunitas dalam jaringan kerjasama di tingkat nasional;
  2. menggalang kerjasama antara komunitas-komunitas Katolik Indonesia di Amerika Serikat, Gereja setempat, kelompok Agama dan Suku bangsa lain, dan perwakilan pemerintah Republik Indonesia setempat;
  3. Menyemangati, mendukung dan membantu tumbuh dan terbentuknya komunitas-komunitas Katolik Indonesia di wilayah Amerika Serikat;
  4. Memperkenalkan dan melibatkan diri ke Gereja setempat.

Kembali ke atas